Menderita Karena Ambisi atau Ambisi Karena Menderita?

Saya tidak pernah menemukan orang yang menderita karena terlalu banyak bekerja. Lebih banyak orang yang menderita karena terlalu banyak ambisi tetapi tak cukup berusaha..

-Dr James Mantaque-

Kata mutiara diatas merupakan salah satu kata mutiara yang dapat saya peroleh dari sekian banyak kata mutiara dengan keyword penderitaan.

Menurut Dr James Mantaque, penderitaan dapat disebakan oleh ambisi yang terlalu besar tetapi tidak disertai dengan usaha yang cukup besar pula.

Mari saya jelaskan terlebih dahulu satu persatu mengenai ambisi dan penderitaan:

1. Penderitaan

Merupakan kata benda yang berasal dari kata derita. Suatu hal yang dapat dirasakan oleh suatu makhluk hidup yang memiliki perasaan dan jiwa – benda mati pastinya tidak dapat merasakan penderitaan karena mereka tidak memiliki jiwa dan terutama perasaan, tumbuhan pun tidak dapat merasakan penderitaan karena pada dasarnya meskipun mereka dikaruniai jiwa tetapi memiliki perasaan (yang jelas).


Jadi dapat diklasifikasikan kembali bahwa yang dapat merasakan penderitaan hanyalah kecuali benda mati dan tumbuhan – manusia dan binatang (dan mungkin kalau ada makhluk hidup jenis lain yang memiliki perasaan dan jiwa).

Derita dirasakan sebagai keadaan yang sangat tidak mendukung baik secara lahiriah maupun batiniah, keadaan anda yang sedang terpuruk, terguncang, tersakiti, tertipu, terancam, teraniaya dan bosan dapat dikatakan sebagai derita.

Derita menurut sepengetahuan saya tidak timbul begitu saja – tidak datang dan pergi sesuka hati pula, ada alasan yang menyebabkan derita itu akhirnya menyala (ON) dan ada usaha yang menyebabkan derita itu dapat teerobati.

Ada pula yang mengatakan bahwa derita itu adalah suatu hal yang mutlak ada dan abadi bentuknya pada setiap insan makhluk hidup berperasaan – pernyataan ini hadir atas dasar pemikiran bahwa makhluk hidup yang memiliki perasaan pada dasarnya telah menderita karena memiliki perasaan dan karena dosa nenek moyang.

2. Ambisi

Merupakan kata benda yang dapat diartikan sebagai suatu perasaan yang dapat dirasakan oleh makhluk beperasaan sama seperti derita/penderitaan, hanya saja berbeda maksud dan arti. Derita/penderitaan bermaksud dan berarti negatif sedangkan ambisi bermaksud dan berarti positif. Maksud dari klasifikasi negatif atau positif hanya berarti baik atau tidaknya perasaan tersebut timbul dalam hati makhluk hidup.

Ambisi pada dasarnya suatu keinginan atau dorongan bagi makhluk hidup untuk melakukan sesuatu demi mengejar suatu tujuan/poin. Ambisi pada dasarnya digunakan sebagai dorongan positif untuk mengejar suatu poin tetapi bila tidak disertai dengan usaha yang cukup untuk mengejar poin tersebut akan berakibat negatif bagi insan tersebut – akan menimbulkan penderitaan.

Nah, jelas bahwa ternyata penderitaan dan ambisi merupakan sama-sama perasaan yang dapat dirasakan oleh makhluk hidup yang dapat mempengaruhi satu sama lain. Timbulnya penderitaan dapat ditimbulkan oleh ambisi dan sebaliknya ambisi juga dapat ditimbulkan oleh penderitaan tergantung keadaan dari suatu insan.

Pertama, menderita karena ambisi. Ambisi yang tanpa disertai dengan usaha yang seimbang dengan besar ambisi tersebut perlahan – lahan akan menimbulkan suatu kekecewaan dalam insan tersebut, dan kekecewaan tersebut dapat berkembang menjadi penderitaan dalam hidup insan tersebut.

Misalkan, saya sebagai suatu insan yang memiliki ambisi untuk mencapai IP 4 dengan sempurna tanpa ada nilai B dalam catatan poin semester saya, untuk mencapai tujuan saya itu, saya telah membuat daftar “Hal-hal yang harus dilakukan” untuk dilakukan mulai dari minggu pertama semester yang bersangkutan sampai seterusnya (kontinu). Memang pada dasarnya saya ketahui bahwa mabisi saya itu terlalu besar adanya bagi saya yang sekarang ini.

Dijelaskan kalau ternyata saya sekarang ini adalah seorang yang sulit untuk membagi waktu atau lebih cenderung suka menghabiskan waktu untuk hal yang tidak perlu padahal masih ada hal lain yang lebih berprioritas yang belum diselesaikan, saya sering datang terlambat hari-hari tertentu dan kebiasaan saya mempergunakan waktu dirumah hanya untuk tidur dan tidur. Saya ketahui itu semua tetapi saya ingin mencoba untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik untuk mencapai IP 4.

Saya berambisi pula untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik. Nah seiring perkembangan waktu, dari minggu ke minggu saya yang seharusnya merubah kebiasaan malas saya, tidak membuahkan hasil yang signifikan pula. Dan sampai minggu mendekati Ujian Tengah Semester pun saya masih tidak bisa merubah kebiasaan saya karena tidak disiplinnya saya. Di minggu-minggu ini saya merasa sangat kecewa dengan diri saya sendiri, tak bisa melakukan yang terbaik. Hari satu saya merasa kecewa, hari berikutnya saya merasa lebih kecewa dan hari berikutnya saya merasa sangat menderita.

Semua yang saya lakukan malah seakan berantakan dan tak terarah. Itulah yang menjadi penderitaan bagi saya karena usaha saya tidak sebanding dengan besar ambisi saya.

Kedua, ambisi karena menderita. Perilaku ini malah sering menjadi perilaku yang bersifat positif. Karena dapat mengembangkan atau mengalihkan penderitaan yang dialami dan mengubahnya menjadi ambisi untuk tujuan tertentu. Tapi menurut pengalaman saya sendiri, hanya segelintir insan saja yang dapat mengubah penderitaan menjadi ambisi, karena biasanya dan sewajarnya manusia, manusia akan lebih cenderung untuk lebih menderita ketika mengalami penderitaan.

Kesimpulannya, Penderitaan dan ambisi adalah dua jenis perasaan yang dapat saling berkaitan, dan dipengaruhi oleh intensitas dari masing-masing. Jadi Pergunakanlah ambisi anda dengan sebaik mungkin atau mungkin jangan terlalu berambisi – berkeinginanlah yang sesuai dengan kemampuan anda yang berarti anda tidak boleh meng-eksplor imajinasi anda, hanya saja berhati-hatilah jika anda tidak mau menderita.

Diberkatilah anda semua yang berambisi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s