Valentine`s Day for All of Us

Hari Valentine atau yang juga disebut sebagai hari kasih sayang merupakan salah satu momen dimana kita saling mengungkapkan dan menunjukkan cinta kasih kepada orang-orang yang kita sayangi. Dengan memberikan bunga, permen coklat, perhiasan atau surat kita dapat mengungkapkan cinta kasih kita kepada orang-orang yang berarti buat kita, baik itu orang tua, sanak saudara, kerabat maupun kekasih atau istri.

Meskipun hari Valentine bukanlah hari raya resmi tetapi tanpa disadari ke-eksisannya selama ini, malah dapat menyaingi dan mengungguli semaraknya hari raya kemerdekaan. Kebanyakan orang -khususnya para remaja- lebih antusias untuk ikut serta merayakan hari Valentine daripada hari-hari resmi lainnya, contohnya ya perayaan Hari Kemerdekaan 17 Agustus. Bukan saya hendak sok tahu, tapi memang begitu faktanya.

Ada banyak pendapat -baik yang pro maupun kontra- mengenai kehadiran dan dirayakannya hari Valentine. Adanya perbedaan pendapat ini dilatarbelakangi oleh pemahaman individu dan sudut pandang masing-masing yang berbeda. Berikut adalah beberapa pendapat pro dan kontra mengenai dirayakannya hari Valentine;

Kontra – sebagian orang menganggap bahwa hari Valentine tidak patut dirayakan dan menolak untuk turut serta dalam perayaannya karena mereka tidak beragama Islam. Mengapa? Karena dikatakan hari Valentine meminjam istilah dan nama orang Kristiani. Menurut kisah, hari Valentine memang diadakan untuk mengenang perjuangan martir yang bernama Valentine yang diceritakan telah melakukan perjuangan dengan cinta kasih untuk melawan tekanan Kaisar pada jaman itu, yang bernama Kaisar Claudius II. Oleh karena cinta kasih yang ditunjukkan beliau, para rakyat setiap tanggal 14 Februari merayakan hari itu sebagai hari kasih sayang.

Pemikiran inilah yang membuat sebagian orang tidak mau bahkan mengharamkannya untuk tidak merayakannya. Bahkan di beberapa negara, masyarakatnya memilih untuk melarang perayaan hari Valentine. Toko-toko bunga dan cokelat diharuskan untuk tidak menjual segala pernak-pernik berwarna merah atau pink sampai hari Valentine berakhir, dan tragisnya apabila dilanggar maka usaha mereka akan ditutup paksa. Menurut saya pribadi, malah apabila semakin dikekang maka orang akan lebih tambah penasaran dengan apa yang tidak diperbolehkan itu.

Mari kita semua mencoba untuk tidak mengkait-kaitkan perihal Valentine dengan Agama, dan mencoba untuk mengetahui dan memahami makna dari hari Valentine. Apabila kita mencoba untuk tidak mengkait-kaitkan perihal Valentine dengan agama maka akan terlihat betapa indahnya ternyata hari “Kasih Sayang” itu. Untuk saya pribadi, saya tidak menolak perayaan hari Valentine, karena bagi saya hari Valentine adalah momen yang luar biasa untuk membagi cinta kasih terhadap orang-orang yang berarti buat saya.

Tetapi bukan berarti hanya di hari Valentine saja saya membagi cinta kasih kepada orang-orang yang saya kasihi, karena kita semua harus saling mengasihi di setiap hari. Hanya saja hari Valentine dapat dianggap sebagai hari spesial untuk merayakan hari kasih sayang yang setiap hari kita rayakan. Sekali lagi, menurut saya kalau kita hanya memandang hari Valentine sebagai hari perwujudan kasih sayang dan hari untuk menebar kebaikan sama seperti yang kita lakukan setiap hari, maka kenapa kita harus melarangnya. Toh sebenarnya saya juga tidak kenal siapa itu sebenarnya yang bernama Valentine dan asal muasal dirayakannya juga berdasarkan kisah romantis jaman dahulu.

Ada pendapat yang lain juga mengenai hari Valentine, bahwa pada saat hari Valentine setiap orang yang merayakannya “diwajibkan” melakukan hubungan seksual dengan pasangannya. Saya katakan pendapat ini adalah sebuah kebohongan besar yang dibual-bualkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Menunjukkan kasih sayang kan bukan hanya dengan melakukan hubungan seksual semata!

Yah mungkin pemikiran seperti ini timbul dari gaya hidup modern orang luar, yang menjadikan aktivitas seksual sebagai perwujudan kasih. Pada perayaan hari Valentine mungkin kita hanya harus memberikan sebatang cokelat atau seikat bunga kepada orang yang kita sayangi, dengan tidak perlu aktivitas seksual dan tidak harus dilarang-larang.

Anda yang bijaksana hendaknya mengetahui dan memahami dengan bijaksana bagaimana seharusnya perilaku anda terhadap hari Valentine. Selamat Hari Kasih Sayang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s