Budaya Copy Paste – Bentuk Lain Pembajakan Hasil Karya

Akhir-akhir ini pembajakan terhadap hasil karya seni orang lain semakin marak dilakukan dengan berbagai alasan dan motivasi.  Tetapi lebih banyak dilakukan dengan alasan komersial. Contoh nyatanya dapat kita lihat di Glodok atau di berbagai tempat yang menjual berbagai macam jenis barang dengan melanggar Hak Cipta dari barang yang dijual. Memperbanyak, menjual dan mengedarkan tanpa batas dan tentunya tanpa izin (royalty) dari sang pembuat hasil karya, merupakan bentuk tindakan kejahatan pidana. Yang bila ketahuan akan mendapatkan sanksi yang tidak kecil.

Budaya copy paste tanpa izin juga merupakan salah satu bentuk pembajakan hasil karya. Sadar atau tanpa kita sadari budaya copy paste tanpa izin yang sangat marak-maraknya terutama di kalangan pelajar ini, juga merupakan bentuk pelanggaran hak cipta dari suatu hal. Mungkin kita, kurang menyadari – atau tidak mau sadar-sadar – ketika kita melakukan copy paste milik orang lain – khususnya tulisan – tanpa izin, merupakan tindakan yang sama jahatnya seperti membajak dvd film dan mungkin dapat membuat rugi orang yang bersangkutan.

Kok bisa membuat rugi? Saya kan cuma meng-copy tulisan biasa di blog atau di situs resmi saja, memang nya itu dapat membuat rugi orang yang bersangkutan. Lagi pula saya kan tidak untuk maksud memperbanyak dan menjualnya kembali, tidak ada modus untuk komersial kok.

Mungkin dalam benak anda yang bijaksana berpikir seperti itu. Memang di sisi anda perbuatan anda itu terlihat tidak merugikan siapa pun, tetapi anda kan tidak tahu bagaimana orang yang membuat yang membuat tulisan itu menanggapi perbuatan anda itu. Anda benar-benar tidak tahu kan. Bagaimana kalau “tanpa sepengetahuan” anda, orang yang membuat hasil karya itu, sudah mengeluarkan pengorbanan yang tidak sedikit untuk menghasilkan karya tersebut? Kalau seperti itu pastinya orang yang membuat karya yang anda copy paste akan menuntut anda segera ketika mengetahui perbuatan anda itu. Apalagi kalau misalkan orang tersebut adalah seorang profesor pembuat buku terkenal yang sedang menyusun buku barunya dari tulisan-tulisan yang telah anda copy paste tanpa izin. Apalagi kalau profesor terhormat itu adalah salah satu dosen kuliah anda atau lebih parahnya rektor anda. Coba bayangkan bencana apa yang akan segera melanda anda.

Mungkin anda akan mengelak lagi, bertanya dalam hati. “Yah salah orang itu sendiri dong, kenapa tulisan-tulisannya dipublish secara umum! Saya kan hanya manusia yang sedang berusaha dan mendapatkan kesempatan.” Ya anda kan juga orang pintar tentunya, yang tahu bagaimana seharusnya anda berbuat. Anda kan juga pernah diajarkan mengenai perihal hak cipta suatu karya di mata pelajaran kewarganegaraan, kalau anda melakukan tanpa izin berarti anda dianggap menjarah dan dapat dikenakan sangsi. Biar hanya tulisan kecil di blog umum itu juga memiliki hak cipta. Jadi jangan anggap remeh perbuatan ini. Yang salahnya kita itu, kita malah sering berpura-pura bodoh, berpura-pura tidak tahu kalau yang kita lakukan itu perbuatan tidak baik – terlalu seringnya kita berpura-pura bodoh sehingga kita jadi bodoh betulan, hanya mengandalkan copy paste dan tidak mau berusaha menghasilkan karya sendiri. Sudah tidak mau berusaha, karya orang diakui sebagai hasil ciptaan sendiri lagi.

Sebaiknya kita itu kalau mau copy paste milik orang lain, ya harus merendahkan diri untuk meminta izin kepada orang yang bersangkutan. Kalau memang orangnya mengizinkan, baiknya kita tetap mencantumkan asal sumber nya dari mana dan kalau perlu dicantumkan siapa yang membuat. Agar kita pun bisa sama-sama enak, tidak merugikan orang lain dan setidaknya kalau kita lain kali ingin copy paste lagi dari sumber yang sama, diperbolehkan lagi. Dan juga tindakan copy paste adalah suatu tindakan penyia-nyiaan talenta yang kita miliki. Dengan copy paste memang mempersingkat waktu tetapi tindakan ini membuat kita untuk tidak mau berpikir keras dan mengutarakan pemikiran -pemikiran kita yang sebenarnya brilian. Kalau kita bisa mendapatkan nilai lebih baik atau lebih bisa mendapatkan rating blog lebih tinggi dengan hasil karya-tulisan kita sendiri, kenapa enggak? Ayo kita semua yang bijaksana gunakan otak kita secara bijaksana juga.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s