Mesir Kita Hari Ini

“…ketika Asyur hendak menyerang, menindas dan menghancurkan bangsa Israel, bangsa Israel sangat tertekan dan semua orang tahu tidak ada harapan bagi bangsa Israel – setidaknya begitulah pemikiran mereka yang dibutakan oleh kekejaman Asyur. Dan bangsa Israel dengan bodohnya meminta pertolongan kepada Mesir, dengan harapan banyaknya pasukan berkuda dan kuatnya tentara Mesir dapat mengalahkan Asyur. Bangsa Israel – bangsa pilihan Tuhan – lebih percaya kepada kereta kuda dan tentara mesir dan malah tidak meminta pertolongan kepada Tuhan Yang Mahatinggi. Bangsa Israel tidak ingat bahwa orang Mesir hanyalah manusia, kuda dan tentara mereka pun hanya makhluk yang terbatas…”

Pada zaman sekarang pun pribadi kita (saya,anda dan semua) sama dengan bangsa Israel pada masa itu. Dalam menghadapi hidup ini, kita pun memiliki Mesir dan kuda kita sendiri sebagai andalan yang lebih kita percaya dan andalkan daripada Tuhan, yang merupakan kekuatan utama kita dan yang memberikan hidup.

Keegoisan (sekaligus kebodohan) kita dapat terlihat jelas pada saat kita sedang menghadapi permasalahan, pada saat kita sedang bersiap menghadapi Ujian atau pada saat kita sedang bersiap untuk mencari pekerjaan. Kita sangat yakin dan percaya bahwa kita akan sukses dan menang oleh karena kekuatan kita sendiri, bukan karena pertolongan Tuhan.
Padahal Tuhan mampu melakukan segala sesuatunya, mampu untuk membuat kita berhasil dan juga mampu membuat kita gagal dan hancur seketika.

Nah, apakah yang menjadi Mesir kita hari-hari ini?

1. Ketampanan / Kecantikan

Seringkali kita terlalu mengandalkan andalan kita yang satu ini – mungkin hanya bagi anda yang memiliki tampang nan rupawan, kalau saya sih tidak.
Contohnya kalau anda sedang mengikuti wawancara kerja, anda yakin peluang anda untuk diterima kerja lebih besar daripada orang yang duduk disamping anda hanya karena anda lebih tampan atau lebih cantik daripada orang yang disamping anda. Padahal yang diinginkan dari perusahaan adalah kemampuan anda dalam bekerja bukan kualitas tampang anda. Memang lain urusannya kalau anda melamar bekerja sebagai sales promosi, tapi untuk menjadi sales promosi juga dibutuhkan kemampuan intelektual dan kemampuan memengaruhi mangsa anda bukan cuma tampang anda yang mungkin mirip Robert Pattinson atau Angelina Jolie.
Jadi intinya ketampanan dan kecantikan hanya sedalam kulit.

2. Bakat / Keterampilan

Semua orang terdekat saya pernah katakan untuk dapat sukses di dunia kerja saya juga harus punya suatu keterampilan (skill) disamping ijazah saya sebagai bukti kepintaran saya. Jika saya memiliki suatu keterampilan, dapat dipastikan saya akan dicari oleh banyak pelaku bisnis untuk direkrut. Tapi yang jadi pertanyaan saya, bagaimana banyak pelaku bisnis mau untuk merekrut saya bila kemampuan yang saya miliki tidak sesuai dengan kriteria yang diinginkan pelaku bisnis tersebut?
Dan apabila ada yang lebih terampil dari saya otomatis saya akan tersingkir. Jadi intinya bakat / keterampilan itu terbatas sifatnya.

3. Kepintaran

Kepintaran bersifat sama seperti keterampilan / bakat. Bersifat terbatas.
Contohnya saja pada waktu Ujian Nasional SMA 2 tahun yang lalu. Seorang pemenang medali emas olimpiade matematika fisika dinyatakan tidak lulus karena ada beberapa mata pelajaran yang di-UN-kan, nilainya tidak memenuhi standar.
Siapa yang menyangka kalau anak yang pastinya luar biasa pintar itu ternyata harus menghadapi kenyataan pahit dia tidak lulus ujian. Semua orang pastinya juga memuji dia karena kepintarannya di Olimpiade. Yah, mungkin dia terlalu sombong dan
meremehkan pelajaran yang lain, seolah berpikir kalau matematika fisika aja gue jago apalagi yang lainnya,  kecil itu mah. Atau mungkin dia sedang sakit sehingga dia tidak dapat konsentrasi ketika Ujian. Siapa yang tahu?! Jadi jangan terlalu mengandalkan
kepintaran maupun keterampilan yang kamu miliki, tetapi tetap minta pertolongan Tuhan dan serahkan segala sesuatunya di tangan-Nya.

4. Koneksi /Channel/Orang Tua

Poin yang satu ini terlihat jelas terutama pada saat anda mencari kerja. Anda adalah seorang mahasiswa dan berasal dari keluarga yang berada, orang tua anda adalah pemilik dari beberapa perusahaan bonafit di Indonesia, yang otomatis memiliki banyak rekan kerja sesama pebisnis juga. Orang tua anda juga memiliki banyak teman-teman yang sukses yang ketika bertandang ke rumah keluarga anda, selalu menawarkan anda untuk bekerja di lahan bisnisnya ketika anda lulus nanti. Mereka menjanjikan kedudukan yang enak dan strategis kepada anda dengan tanpa tes / wawancara kerja ini itu.
Oleh karena hiburan yang anda dengar itu maka anda pun sangat yakin ketika anda lulus nanti, anda akan dengan gampang mendapat pekerjaan enak dan semua akan berjalan mulus dan sama sekali tidak merepotkan. Anda sangat yakin, dan oleh karena itu anda menjalani masa kuliah dengan “santai” sekali, karena beranggapan semuanya akan berjalan mudah kok. Waktu berlanjut, dan sampailah anda di acara wisuda. Tidak lama setelah itu, ayah anda tiba-tiba tekena serangan jantung karena ternyata perusahaannya telah diambil alih oleh seorang wanita yang mengaku sebagai istri simpanan ayah anda. Itu semua membuat anda dan keluarga
jatuh miskin seketika. Untuk menghidupi keluarga, anda berniat “melamar” pekerjaan kepada perusahaan teman ayah anda. Dan kenyataannya anda ditolak mentah-mentah karena katanya anda dianggap tidak sesuai kriteria dan tidak berketerampilan. Anda marah dan menuntut janji yang dulu dikatakan kepada anda, tetapi teman ayah anda hanya menjawab “Saya sudah tidak memiliki hubungan apa-apa lagi dengan ayah anda, dan janji saya? Saya lupa yang mana ya janji saya?!”

5. Usaha / Harta

Satu hal untuk poin ini – ” Kelola dengan baik usaha anda agar anda dapat memiliki harta yang cukup untuk anda makan hari ini dan besok tetapi jangan pernah andalkan harta anda sebagai ‘satu-satunya’, karena anda tidak tahu apa yang terjadi hari esok”

6. Ahli Agama / Tempat Ibadah

Mengapa Ahli agama / tempat ibadah dimasukkan sebagai salah satu “Mesir kita hari ini”?? Karena disadari atau tidak, akhir-akhir ini kita terlalu mengandalkan ahli agama / tempat ibadah sebagai andalan kita satu-satunya. Kita secara tidak langsung, menggeser kedudukan Tuhan dengan tempat ibadah / ahli agama. Masa sih? Iya betul. Pernahkah anda melihat atau mungkin anda juga ikut serta, apabila ada suatu khotbah keagamaan tertentu dihadiri oleh begitu banyak pendengar dari berbagai kalangan. Ada yang berasal dari jauh datang dengan membawa seluruh sanak saudaranya dengan menyewa metromini. Berdesak-desakkan. Pada saat diwawancarai alasannya hanya untuk sekedar melihat ahli agama favoritnya – bukan untuk mendengar khotbah dari sang ahli agama tersebut. Ada juga yang menganggap ahli agama atau tempat ibadah sebagai sarana menyembuhkan suatu penyakit tertentu. Kalau datang kesana atau kesitu, ke ahli agama itu ke ahli agama ini pasti dapat sembuh segala sakit penyakit, mulai dari kutil kronis sampe yang paling parah kerontokan akut.
Padahal kesembuhan itu kan adalah berkat dari Tuhan. Memang Tuhan mencurahkan kuasaNya kepada seseorang tertentu agar sekedar dapat membantu sesama dan sebagai wujud memuliakan nama Tuhan, eh tapi secara tidak langsung kedudukan Tuhan tergeser ke peringkat dua. Lagipula jangan mengandalkan ahli agama yang juga hanya manusia biasa, karena kita suatu saat akan merasa kecewa.
Kekecewaan yang seperti itu pernah dialami oleh ayah saya sendiri, makanya saya berani untuk memasukkan poin ini sebagai “Mesir kita hari ini”.

7. Pengalaman Pribadi

Sebesar dan sehebat apapun pengalaman anda, jangan pernah mengandalkannya. Anda boleh mempergunakan pengalaman anda sebagai sesuatu yang dapat mengajarkan anda tentang hal yang anda geluti, tetapi tetap nasib di tangan Tuhan – begitu kata kasarnya.
Memang banyak orang yang telah berpengalaman dalam suatu bidang, sukses dalam bidang tersebut, tetapi tidak sedikit pula orang yang masih harus mengalami kegagalan. Jadi jangan pernah mengandalkan pengalaman anda.

8. Suku Budaya

Saya sering mendengar teman-teman saya berkata seperti ini, “Wah pantes aja mereka menang! Orang-orang barat kan emang otaknya pinter-pinter! Coba orang-orang kita otaknya kayak orang barat yak! Beuh, maju dah Indonesia!” atau yang seperti ini, “Sepinter-pinternya orang *********, otaknya masih kalah jauh sama orang *****!!” Yah seperti itulah yang sering saya dengar, yang berbicara seperti itu dapat dikatakan terlalu mengandalkan suku tertentu. Merasa bahwa Tuhan menciptakan umat manusia dengan takaran yang berbeda-beda, ada yang lebih dan ada yang kurang bahkan sangat kurang dibandingkan dengan yang lainnya. Pada nyatanya kita semua diciptakan sama, yang menjadi pembeda adalah perilaku diri kita sendiri.
Lalu anda jangan menyombongkan diri, merasa bahwa anda lebih hebat dari yang lain, karena anda berasal dari ras suku yang dibanggakan orang banyak. Karena sekali lagi saya katakan bahwa pemikiran anda seperti itu no sense! Karena anda diketahui mampu dan  hebat melakukan sesuatu karena kualitas individual anda sendiri. Kalau anda mau mengembangkan kemampuan anda sebegitu rupa, maka anda akan lebih berkualitas, sedangkan kalau anda sendiri malas untuk mengembangkan kemampuan anda, mau ras suku ini kek, mau ras suku itu kek anda tetaplah orang yang berkualitas rendah.

9. Pendidikan

Poin yang terakhir, jangan pernah mengandalkan tingkat Pendidikan anda dalam hidup anda. Mengapa? Banyak contoh yang ironis, bahkan sangat ironis mengenai masyarakat yang telah menimba ilmu sampai tingkat tinggi (Universitas atau sekolah tinggi) tetapi mereka masih merasakan kesulitan dalam mencari pekerjaan seolah mereka hanya tamatan SMP. Banyak pemuda-pemudi Indonesia yang telah menyandang gelar Sarjana tetapi mereka harus merelakan diri untuk bekerja hanya sebagai KULI BANGUNAN! Dan yang lebih parahnya, hanya untuk bekerja sebagai kuli kasar saja mereka harus MENYOGOK!!! Ketika saya mendengar berita itu, saya berpikir jadi apa gunanya ya kita semua menuntut ilmu setinggi-tingginya tapi ujung-ujungnya hanya jadi kuli kasar. Apa gunanya ijazah S1 itu?!! Kalau kenyataannya seperti itu, kenapa saya harus merepotkan orang tua saya,  merepotkan Tuhan untuk membiayai saya kuliah, lebih baik saya berhenti saja berkuliah dan mulai sedari dini melamar jadi buruh kasar saja. Nah, nanti ketika teman-teman saya di universitas sudah lulus dan mereka pun harus terpaksa bekerja buruh kasar juga, saya mungkin sudah jadi mandor atau bahkan developer-nya yang tingkatannya pasti lebih tinggi dari teman-teman saya itu. : )

Itulah 9 hal yang seringkali kita jadikan sebagai andalan kita melebihi Tuhan tanpa kita sadari. Janganlah menjadi bangsa Israel yang lebih mengandalkan Mesir daripada mengandalkan Tuhan, karena semua hal yang diatas ini dapat mengecewakan anda. Mungkin bukan sekarang, tapi suatu saat nanti. Itu pasti.
Tetapi jikalau kita mengandalkan Tuhan dalam hidup kita sebagai yang terutama dan pertama, maka kita akan :
1. Kita akan datang kepada pribadi yang Bijaksana, sebab Tuhan adalah bijaksana. Yang tahu segala sesuatu yang terbaik untuk kita dan memberikannya tepat pada waktunya dengan tidak membangkit. 9 poin diatas dapat mengecewakan kita tetapi Tuhan tidak akan mengecewakan kita.
2. Kita akan memperoleh pembelaan dari Tuhan karena Tuhan siap bertarung bagi yang menyerahkan diri sepenuhnya kepada Dia.
3. Kita akan memperoleh perlindungan dari Tuhan. Tuhan melindungi kita, dalam arti bukan berarti tidak akan ada masalah. Masalah akan selalu ada (karena memang bertujuan untuk membuat kita lebih baik dari sebelumnya), tetapi setidaknya kita akan selalu ingat bahwa Tuhan selalu melindungi kita.

“Celakalah orang-orang yang pergi ke Mesir minta pertolongan, yang mengandalkan kuda-kuda, yang percaya kepada keretanya yang begitu banyak, dan kepada pasukan berkuda yang begitu besar jumlahnya, TETAPI tidak memandang kepada Yang Mahakudus, Allah Israel, dan tidak mencari Tuhan.
…Sebab orang Mesir adalah manusia, bukan allah, dan kuda-kuda mereka adalah makhluk yang lemah, bukan roh yang berkuasa. Apabila Tuhan mengacungkan tangan-Nya, tergelincirlah yang membantu dan jatuhlah yang dibantu, dan mereka sekaliannya habis binasa bersama-sama…”
(Yesaya 31:1-5) Tuhan memberkati

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s