Happy VS Joy

Apakah makna dari Happy (Bahagia) dan Joy (Sukacita) itu sama?
Dalam pengertian sederhana, kedua kata itu tidak berbeda makna. Kita biasa mengatakan, orang yang bahagia adalah orang
yang bersukacita.
Tetapi sebenarnya kedua kata itu maknanya berbeda jauh. Sukacita (joy) menunjukkan suatu keadaan dimana orang dapat tetap merasa
bahagia-damai-sejahtera tanpa harus bergantung pada situasi yang terjadi di sekelilingnya. Sedangkan kebalikannya, kebahagian (happiness) sangat mengandalkan
situasi yang terjadi (happened). Kebahagiaan bisa datang dan pergi tergantung dengan keadaan seseorang – tidak lazim apabila
seseorang yang tengah dalam keadaan berkabung malah merasa bahagia, malah orang seperti itu pasti dianggap gila.

Bagaimana syaratnya agar kita dapat terus bersukacita (joyful) dalam hidup ini?
Sukacita merupakan perasaan yang kita dapatkan dalam hubungan kita yang dekat dengan Tuhan. Tuhan mencurahkan roh kudusNya (Holy Spirit)
sebagai bukti cintaNya untuk menjadi sang Penghibur bagi kita semua, umatNya. Jadi Roh Kudus lah yang menjadi alasan kita bersukacita atau dapat dikatakan
Roh Kudus lah yang terus membuat kita BERSUKACITA. Bukan prestasi, bukan harta kekayaan, bukan kesuksesan dalam bisnis, bukan tampang yang rupawan dan juga bukan
kebahagiaan dari orang yang kita cintai – bukan itu semua – karena ada saatnya kita harus menjadi peringkat dua, ada saatnya kita harus merasa tidak punya, ada saatnya kita
harus merasakan kehancuran dalam bisnis dan mulai lagi dari nol, ada saatnya kita harus mengakui bahwa tampang kita masih kurang tampan dimata sejumlah orang dan bahkan ada saatnya
kita harus merasakan kehilangan orang yang kita cintai. Nah, jadi kalau kita bersukacita dengan alasan prestasi dan semua itu, kita bukan bersukacita tapi hanya berbahagia.

Kita bersukacita hanya karena Roh Kudus yang Tuhan curahkan bagi setiap kita (tanpa kecuali) dan hanya karena Roh Kudus lah yang memang menjadi penghibur bagi kita.
Sehingga kita dapat bersukacita atas adanya Tuhan yang rahmani, ilahi dan SEMPURNA. Sekalipun kita sedang sedih atau bahkan berduka, kita tetap bersukacita, karena kita punya hubungan dengan
Tuhan yang menciptakan kita sehingga hidup menjadi BERARTI dan BERTUJUAN. “Jadi kalau kita melihat berbagai berita mengenai tersangka BUNUH DIRI apa yang akan kita katakan bagi ‘mereka’?”

“Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!”
(Filipi 4:4) Tuhan Memberkati anda semua yang bijaksana.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s